Monday, May 25, 2026

 Kemarin, aku baru nonton film drama keluarga Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya di bioskop. pertama ya cuma karena lagi kepengen nonton film keluarga, terus lihat pemainnya cukup meyakinkan, jadi aku pikir gapapa lah nonton ini.







sumber : Foto Pribadi

To be honest, di awal nonton aku malah gedeg. Alurnya tuh langsung dikasih masalah dari awal. Kayak... loh, belum apa-apa kook udah berat aja. Tapi justru itu yang bikin relate sama kondisi sekarang, tentang fenomena fatherless, di mana ayahnya ada, tapi perannya kayak gak benar-benar "hadir" di keluarga.

Di film ini, si ayah lebih sering diam. Waktu anaknya butuh jawaban atau solusi, dia malah kayak menghindar dari konflik. Padahal ya, konflik dalam keluarga itu wajar. Harusnya bisa diselesaikan bareng, bukan dipendam sendiri. ujungnya, karena semuanya dipendam, akhirnya yang kena justru anak.

Ibunya juga sama, cenderung nutup-nutupin keadaan. Jadi suasana keluarganya tuh kerasa "penuh", tapi gak pernah dibicarakan secara gamblang. Alurnya memang terasa lambat dan penonton kayak nunggu: "kapan ini semua meledak?"

dan guess what .... puncaknya ada di momen ketika mereka mulai salah paham, jadi makin jauh, bahkan aku lihatnya sampai ada rasa benci ke ayahnya sendiri. Sampai akhirnya, ada satu kejadian yang bikin mereka butuh sosok ayah lagi.

nah pas kejadian itu ada momen saling maaf-maafan. Hangat, tapi kayak belum benar-benar selesai. Kayak masih ada yang mengganjal.

Dan yang paling bikin nyesek adalah... saat mereka lagi pelukan, lagi mulai memperbaiki hubungan, si ayah justru meninggal. Rasanya campur aduk. Sedih, mungkin itu momen di mana si ayah akhirnya "melepaskan beban" yang selama ini dia pendam sendiri.

Menurutku, pesan dari film ini adalah ...
komunikasi itu penting banget dalam keluarga.
Jangan semua dipendam cuma karena takut konflik. Karena yang gak diomongin itu justru bisa jadi luka yang lebih besar.

Orang tua memang selalu berusaha kasih yang terbaik buat anaknya. Tapi di sisi lain, anak juga bukan berarti harus selalu "mengerti keadaan". Anak juga punya mimpi, punya perasaan, dan butuh didengar.

Kalau kamu lagi ngerasa jauh sama keluarga, atau ada hal yang belum sempat diomongin... mungkin film ini bisa jadi "pengingat" yang kamu butuhin.
Coba deh nonton Ayah Ini Arahnya Ke mana Ya, siapa tahu, kamu jadi punya keberanian buat mulai ngobrol lagi.

@shofialubis14 Menurut aku ini tipe film yang relate banget sama kehidupan keluarga sehari-hari. Kalau kamu lagi cari tontonan yang hangat tapi tetap kena, boleh banget masuk list kamu. #filmayahiniarahnyakemanaya #ayahiniarahnyakemanaya  Sebuah Perjalanan - Deza


Friday, November 21, 2025

Ketemu Partner Kerja Idaman: Pengalaman Nyobain ASUS Vivobook S14 di ASUS Gathering Medan

Aku masih ingat sore itu, Rabu 12 November 2025. Hari di mana aku pulang ngajar, langsung ke Hotel Adimulia Medan, seharusnya aku cuma datang ke sebuah ASUS Gathering, acara yang awalnya kupikir ya sekedar showcase laptop saja. Tapi sebenarnya, aku punya sebuah misi penting yaitu menemukan laptop baru yang bisa mengikuti ritme hidupku sebagai pengajar.

Pekerjaanku mungkin terlihat sederhana: ngajar, bikin bahan ajar, ngoreksi tugas, bikin video edukasi, sesekali mengadakan kelas daring, dan terkadang harus switch ke mode content-creator. FYI, semua itu menuntut satu hal: laptop yang kuat, ringan, dan nggak rewel.

Di meja display laptop, mataku terpaku pada satu perangkat yang terlihat paling “tenang tapi percaya diri”. ASUS Vivobook S14. Begitu disentuh, body-nya terasa ringan—cuma 1,35 kg, ramping tipis hanya 1,59 cm! Penampilan metalik minimalis dan logo CNC yang mengkilap memberi kesan elegan, tapi tetap simpel. Gaya-nya pas banget untuk guru muda yang suka mobilitas dan ingin tetap kelihatan stylish, entah di kelas atau bahkan di kafe.

Tapi keunggulan paling bikin penasaran tentu di teknologi AI-nya!

Fitur ASUS Copilot+ PC langsung jadi favorit. Ini asisten pintar yang bisa membantu beragam pekerjaan. Saat sedang overload tugas, aku cukup klik Copilot di keyboard—langsung terbuka, bisa tanya soal materi ajar, cari gambar referensi, hingga merangkum jurnal panjang. AI-nya nggak hanya sekadar smart, tapi sangat adaptif ke kebiasaan kerjaku.

Aku sempat uji beberapa fitur AI, dan rasanya beda dari laptop lain:

AI Noise Cancellation: Pernah ngalamin kelas daring terganggu suara motor lewat atau anak bermain di rumah? Di sini, AI menghapus noise latar jadi suara di Zoom jernih, presentasi tetap profesional.



AI Image Enhancement & Sorting: Bikin bahan ajar visual jauh lebih mudah—AI otomatis memperbaiki resolusi gambar, mengatur katalog multimedia biar nggak repot cari-cari file saat jadwal ngajar padat. Benar-benar mempersingkat waktu produksi konten.

AI Privacy Protection: Aku selalu khawatir data murid atau file ujian bocor. Vivobook S14 punya auto-lock berbasis AI; layar langsung terkunci kalau aku meninggalkan meja, privasi lebih terjaga.

AI Battery Management: Rutinitas kerja seharian, kelas pagi sampai malam, nggak lagi takut baterai habis. AI mengelola daya secara otomatis, bisa tahan 30 jam lebih! Ketika urgent, charging cepat cuma butuh sekitar 49 menit buat isi sampai 60%.

AI Visual Optimization & Ergonomics: Layar IPS 2.5K 16:10 responsif, warna terang, nggak bikin mata lelah. Penyesuaian brightness otomatis, keyboard empuk = ngetik modul panjang makin nyaman.

Di sektor performa, Snapdragon® X dan NPU 45 TOPS bikin kinerja laptop langsung terasa beda. Editing video, running aplikasi statistik besar, dan presentasi interaktif jadi lancar tanpa hambatan. Storage 512GB PCIe SSD, RAM sampai 16GB, semuanya bikin kerja multitasking tetap mulus.



Yang aku rasakan, AI di Vivobook S14 sudah benar-benar jadi bagian rutinitas, mulai dari brainstorming materi baru, rapat daring, desain konten, hingga membantu analisis data. Bahkan, Copilot bakal sering aku pakai buat membantu merangkai ide sebelum kelas atau menyusun soal ujian dengan cepat.

Pulang dari gathering, aku makin yakin laptop ini bukan sekadar perangkat, tapi partner sejati pengajar dan content creator. ASUS Vivobook S14 membantu aku jadi lebih produktif, lebih kreatif, dan lebih nyaman bekerja sepanjang hari. Fitur AI-nya membuat pekerjaan terasa ringan, kualitas materi naik kelas, dan waktu jadi lebih efisien. Laptop ini bukan hanya canggih, tapi juga benar-benar mengerti kebutuhan hidup profesional di era digital sekarang.

Aku pulang dengan satu pikiran yang terus mengikuti sepanjang jalan:

“Kayaknya aku bakal upgrade laptop sebentar lagi… dan sepertinya pilihannya sudah jelas."



Tuesday, November 4, 2025

 Hai guys, aku mau berbagi soal writing ielts, biar aku ga lupa dan kita sama sama belajar.





You should spend about 20 minutes on this task.


The bar chart gives information about the percentage of workers in different sectors of employment in three countries at different stages of economic development. 


Write a report for a university lecturer describing the information shown.

























India is the highest in agriculture, Japan is service-centred, Brazil is also service-based, although the percentage of the services is still lower than Japan's.



Possible trends

India = agriculture-based.

Brazil = service-based (largest share in services, but not the global leader).

Japan = service-based with the strongest industry.


Options for intro sentences:


The bar chart illustrates the distribution of workers across three sectors in three countries at different stages of development.


The bar chart illustrates the proportions of people employed across three sectors - agriculture, industry, and services - in India, Brazil, and Japan, which represent different levels of economic growth.


The bar chart compares the proportion of workers in the sectors of agriculture, industry, and service, representing distinct levels of economic growth in Japan, Brazil, and India.


The bar chart provides a comparison of employment distribution among agriculture, industry, and services in India, Brazil, and Japan, reflecting their differing levels of economic development.



Overview


Overall, India’s employment is dominated by agriculture, Brazil has a service-based structure, and Japan is led by services but also records the highest share of industrial workers.


Body Paragraph 1


In India, more than 60% of workers are employed in agriculture, which is far higher than the proportion in industry, at around 12%, and in services, at roughly 30%. In comparison, Brazil’s workforce is more evenly distributed, with agriculture accounting for about a quarter of jobs, industry representing just under 30% , and services making up the largest share at approximately 50%.


Body Paragraph 2


Meanwhile in Japan, services employ about 65% of the workforce, which makes this sector the largest by a wide margin. Industry is also significant, with around 35% of people working in this field. By contrast, farming involves fewer than 10% of workers, giving Japan's agriculture the smallest share among the three sectors and of the involved countries as well.

Tuesday, December 13, 2022

Sebuah kisah Kampanye Jajanan Sehat Demi Generasi Muda Tumbuh Sehat

    Ada masa di mana kondisi tak mengenakkan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Itulah yang terjadi pada Dharma Sucipto di tahun 2011.  Ketika itu, Dharma ditinggalkan oleh nenek tercintanya -yang mengidap penyakit diabetes- untuk selamanya. Hal itu menyadarkan Dharma untuk lebih aware terhadap makanan dan minuman yang akan dia masukkan ke dalam tubuhnya. Penyakit yang diidap neneknya membuat dia mencari dan akhirnya tahu bahwa diabetes bisa dipicu dengan mengonsumsi zat aditif (pemanis buatan, pewarna makanan dan MSG) secara berlebihan.

    Di tahun 2011, saat di mana Dharma masih duduk di bangku SMA, dia berpikir untuk melakukan perubahan pola makan dimulai dari lingkungan sekolah dahulu. Kebetulan saat itu Dharma tergabung dalam ekstrakurikuler Go Green Smandry (GGS). Dia pun berinisiatif untuk mengampanyekan gerakan makan jajanan sehat bersama teman-teman GGS nya.

    Tentu bukan sekadar kampanye janji manis berupa kata-kata saja, tapi mereka melakukan aksi nyata. Dharma beserta GGS menanam umbi-umbian dan kacang-kacangan selepas jam belajar di lahan 10 x 8 meter persegi milik sekolah. Dapatkah kalian tebak, apa yang selanjutnya dilakukan Dharma dan GGS terhadap hasil lahan tersebut? Inilah awal perubahan positif yang akan dilakukan Dharma Sucipto.


Gambar 1: Dharma Sucipto Bersama Hasil Kreasi Jajanan Sehat

    Dari hasil panen yang awalnya hanya dikonsumsi anggota GGS dan para guru, Dharma berpikir untuk menjangkau teman-teman lainnya. Dharma ingin mengajak teman-temannya untuk mencoba mulai membiasakan diri untuk makan makanan sehat. Maka keluarlah ide untuk mengolah hasil panen menjadi penganan tradisional sehat yang selanjutnya akan dijual di kantin sekolah.

    Demi mencapai tujuan tersebut, mulailah Dharma beserta teman-temannya mencoba menemukan resep jenis jajanan yang enak dan disukai serta yang terpenting adalah harus sehat. Dari kegigihan mereka mencoba akhirnya dihasilkanlah 20 jenis makanan dan minuman yang akan diperjual belikan di kantin sekolah. Demi kelancaran misi ini maka sekolah pun membuat kebijakan khusus di kantin sekolah. Kebijakan ini mengatur bagaimana kemasan plastik dan penggunaan MSG digunakan dalam jajanan sekolah serta mengatur penjualan minuman instan.

    Small Farming Food society adalah nama yang diberikan Dharma untuk gerakan jajanan sehat yang telah mereka mulai ini. Hal yang sangat dibanggakan pihak sekolah sebab para siswa memiliki rasa peduli terhadap makanan sehat. Tak sampai di situ saja, ia dan teman-temannya pun mulai mensosialisasikan gerakan jajanan sehat ke sekolah yang ada di sekitar mereka. Karena menjangkau area yang lebih luas maka kreasi jajanan sehat pun bertambah hingga 40 jenis, semua diolah dari hasil panen lahan sekolah mereka, omzetnya pun mencapai 10 juta per bulan.

    Tak puas hanya sampai di situ, Dharma-pun bekerja-sama dengan puskesmas setempat untuk kemudian mendatangi sekolah - sekolah guna melakukan penyuluhan tentang pentingnya makan makanan yang sehat, tentang bagaimana mereka mengolah perkebunan kecil mereka sampai ke cara pembuatan kompos yang sangat mudah dilakukan.

    Lambat laun kampanye mereka makin luas, target market mereka semakin banyak. Jajanan yang mereka hasilkan sampai ke wilayah Malang. Variasi jajanan sehat bertambah begitu pun omzet yang mereka hasilkan, mencapai 300 porsi sepekan.

    Branding jajan sehat tentu sejalan dengan kampanye ramah lingkungan. Menggunakan botol kaca untuk minuman, tidak menggunakan pewarna, pemanis buatan, serta pengawet dalam bahan makanan. Makanan dan minuman dijaga agar tingkat kesehatannya terjamin.

    Di tengah gencarnya gempuran makanan dan minuman instan, Dharma dipandang memberikan kontribusi positif dalam memberikan inspirasi bagi anak muda Indonesia agar tumbuh secara sehat melalui makanan yang  berkualitas baik dan sehat. tentu saja, niat baik pada akhirnya akan mengundang hal baik, gerakan yang dijalankan oleh Dharma ini membuat Dharma berhasil mendapatkan penghargaan pada tahun 2012 dalam ajang Satu Indonesia Awards dari Astra. Sungguh Inspiratif !

Monday, December 12, 2022

ASUS ExpertBook B3000 Detachable Gathering di Medan

Assalamualaikum, halo semuanya, bertemu kembali dengan aku. Hehe. Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai acara yang aku hadiri pada tanggal 9 Desember 2022 kemarin di Hotel Grand Mercure Medan. Yups … benar sekali acara ini mostly mengenai pengenalan produk ASUS ExpertBook B3000 Detachable. Laptop yang ditenagai Qualcomm Snapdragon 7C Gen 2 Compute Platform pertama di Indonesia. Wahhh mendengar kata “pertama di Indonesia” bikin penasaran gak sih tentang apa dan bagaimana sebenarnya produk ini. Sini … sini … aku persembahkan review-ku tentang ASUS ExpertBook B3000 Detachable ini. Here we are ~



Performance

Main Spec.

ExpertBook B3000

CPU

Qualcomm® Snapdragon™ 7c Gen 2 (1MB L3 Cache, up to 2.55GHz, 8 cores)

Operating System

Windows 11 Home in S Mode

Memory

8G LPDDR4X on board

Storage

128G eMMC

Display

10.5-inch, WUXGA (1920 x 1200) 16:10 60Hz, touchscreen, Wide view, Glossy display, LED Backlit, 320nits, sRGB 121%

Graphics

Qualcomm® Adreno™ GPU 618

Input/Output

1x USB 3.2 Gen 1 Type-C support display + power delivery

1x 3.5mm Combo Audio Jack

Connectivity

Wi-Fi 5(802.11ac) (Dual band) 2*2, Bluetooth 5.1

Camera

5.0 MP front-facing camera

13.0 MP world-facing camera

Audio

Built-in speaker, Built-in array microphone

Battery

38WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion

Dimension 

26.03 x 17.21 x 0.89 ~ 0.90 cm

Weight

590 gram

Price

Rp6.999.000

Warranty

1 tahun garansi internasional + ASUS Expert Warranty


ASUS ExpertBook B3000 Detachable, Laptop atau tablet?

Sebagai perangkat detachable, ExpertBook B3000 dapat digunakan sebagai tablet maupun laptop. ASUS ExpertBook B3 terdiri dari 3 bagian yaitu body utama, keyboard dan garage stylus. Nah jika dilepas dari keyboard maka akan terlihat seperti tablet yang berbobot 590 gr.  ASUS ExpertBook B3, pendamping portable 2 in 1 yang menggabungkan system operasi windows dengan chips yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Sehingga produk ini termasuk laptop yang bagus untuk mahasiswa karena diperuntukkan untuk pembelajaran dan juga untk bisnis, ASUS Business laptop modern yang mengedepankan mobilitas.

 

Laptop dengan Daya Tahan Baterai Panjang

ASUS ExpertBook B3000 dengan sistem operasi Windows 11 ditenagai Qualcomm Snapdragon 7C Gen 2 Compute Platform, prosesor dengan arsitektur ARM yang hemat daya sehingga dapat bertahan hingga 21 jam.   Dibekali dengan chip grafis Qualcomm® Adreno™ GPU 618 juga memungkinkan ExpertBook B3000 beroperasi dalam waktu yang panjang.

 

Laptop yang Fleksibel

Didesain dengan bobot 590 gram, ketebalan 0,9 cm membuat ExpertBook B3000 sangat ringkas dan ringan sehingga mudah untuk dibawa bepergian. Keyboard dirancang nyaman digunakan dengan key travel 1,5 mm dan mudah untuk lepas-pasang ketika akan digunakan sebagai tablet. ExpertStand cover dibelakang body berfungsi sebagai pelindung sekaligus dudukan ketika produk ini akan digunakan sebagai laptop.

 

Hal yang Menarik dari  ExpertBook B3000

ExpertBook B3000 memiliki ExpertStand cover yang memungkinkan untuk menggunakan laptop dengan mode vertikal maupun horizontal. Produk ini menggunakan layar sentuh (touchscreen) sehingga memudahkan pengguna melakukan navigasi saat digunakan sebagai tablet. Nah untuk melengkapi fitur touchscreen maka disediakan  stylus yang terletak di kompartemen khusus pada bodi ExpertBook B3000. Uniknya, stylus otomatis melakukan pengisian daya (butuh 15 detik untuk penggunaan selama 45 menit) ketika disimpan di kompartmennya. Expertbook B3000 dilengkapi dengan kamera belakang dengan resolusi 13MP, seperti halnya smartphone agar  mudah mengambil gambar dan merekam video. Serta kamera depan dengan resolusi 5MP yang ditempatkan sejajar dengan layar seperti halnya laptop.

Bagaimana? Tertarik untuk memiliki ASUS ExpertBook B3000  Detachable? Aku sih YES


Monday, August 22, 2022


Assalamualaikum bestie, sudah lama ya kita tidak bersua. Kali ini aku mau sharing tentang produk yang lagi rutin aku gunakan beberapa bulan belakangan. Yup, benar sekali. My daily skin bestie, DEWPRE.

Gimana? Gimana? Bagus ya namanya, DEWPRE. Ada maknanya nih bestie, DEW (english) artinya embun dipagi hari sedangkan PRE (france) berarti rumput. Jadi DEWPRE ini punya makna kemurnian yang terjadi di alam secara alamiah. Keren ya hihi.

Nah FYI, Dewpre ini terinsipasi dari skincare Korea Selatan, gabungan teknologi dan formula dari Indonesia dan Korea sehingga dihasilkanlah produk yang ringan, dermatologist tested, aman dari bahan berbahaya daaan yang terpenting sesuai dengan iklim kita di Indonesia, iklim tropis.

Lalu kalau kamu tanya, kenapa sih aku pilih Dewpre? Nih aku kasih tau ya bestie. Setelah aku jabarin kamu pasti mempertimbangkan menggunakan dewpre juga deh hehe.

 

Gambar 1: Kelebihan Produk Dewpre

 

Lengkap ya, Dewpre ini Halal, Vegan, no alcohol, no paraben dan yang terpenting adalah aman dipakai ibu hamil dan ibu meyusui seperti aku. Sebab no mercury dan no hydroquinone bestie, jdi tetap bisa cantik meski lagi hamil dan menyusui dong.


Oh ya kalian belum tau gimana bentukan produknya ya, sini aku kasih lihat, tak kenal maka kenalan dong ya bestie.

Taraaa~ ini dia bestie aku yang pertama, tea tree cleansing foam. Harganya Rp. 109.000 saja, ukuran 120ml. Aku beli kemarin di toko orens.

Ingredients utama dari si cleansing foam ini ada:

 Tea tree oil, Green tea leaf extract
 Glycerin dan Butylene Glycol
 Quillaja Saponaria Bark

Well kesan pertama aku pakai ini tuh aku suka banget aroma tea tree nya, menenangkan jiwa raga, segar dan bikin fresh. Beneran loh. Pagi-pagi bersihin muka bikin mood oke banget.

Teksturenya gel dan no SLS ya bestie. Ph dibuat untuk cocok ke pH kulit manusia sekitar 5.5 jadi dia bisa bikin wajah kita bersih secara gentle dan moist sehingga tidak ada tuh efek bikin wajah berasa ketarik. Cocok buat aku yang jerawatan sih ini, menjaga lipid alami kulit.

Gambar 2: Dewpre - Tea Tree
5.5. Cleansing Foam 

Setelah wajah dibersihkan dengan tea tree cleansing foam sehingga bersih dari kotoran dan sisa makeup maka tahapan selanjutnya adalah melindungi kulit wajah dengan Dewpre premium cica suncream.

   



Gambar 3: Dewpre - Premium Cica Suncream

 

Hayo apakah kamu masih takut sama sinar UV bestie? Kalau aku sih gak khawatir lagi karena ada yang selalu melindungi aku dari sinar UV, yuppss bestie aku Premium Cica Suncream hihi. Kamu udah pernah coba belum?

Premium Cica Suncream seharga Rp.199.000 ini non nano physical type, dimana suncream ini memantulkan sinar UV tanpa merusak skin barrier dan ngebantu mengurangi efek buruk dari sinar matahari. Selain itu, suncream ini:

 water resistant

 double UV protection

 SPF 50+

 PA++++

 Cica leaf water 50.000ppm

 

Nah di suncream pasti kamu pernah dengar istilah spf dan pa kan bestie? Jadi SPF itu sun protection factor untuk melindungi kulit dari sinar UVB, sinar UVB ini yang bikin kulit iritasi dan terbakar. Sedangkan PA itu pelindung kulit dari sinar UVA yg dapat menembus kulit dan buat sel-sel kulit mengalami penuaan dini. Ohmygod musuh kita para cewek-cewek nih. Nah di premium cica suncream ini spf dan pa nya sudah memberikan perlindungan maksimal ya bestie. Double protection.

 


Gambar 4: before after pemakaian Dewpre - Premium Cica Suncream

 

Untuk tekstur nya sendiri seperti cream, ga thick banget lah, masih tergolong ringan, dan mudah untuk di blend juga di wajah. Awal diratakan ada kesan whitecast ya namun langsung nyatu sama warna kulit wajah dan bikin wajah glowing, cantik ya, dan yang terpenting terlindungi.

Jangan lupa untuk reapply suncream tiap 2 jam sekali ya bestie, aku cocok sih sama dewpre, semoga kamu juga. Sampai ketemu lagi bestie. 

Friday, March 19, 2021

Perpanjangan SIM A

Pelayanan SIM keliling

Buat emak 2 anak, mobil sim keliling ini sungguh membantuku ~ dekat dari rumah dan prosesnya cepat 😎⁣

Perpanjanglah SIM sebelum masa berlakunya habis ya buibu kalo tidak ya harus buat permohonan baru 😱⁣ mahal uy.

Gerai pelayanan sim keliling ini sendiri buka senin - jumat pukul 09.00 - 12.00 wib.⁣

Setahuku gerai SIM keliling Medan ada di Lapangan Merdeka, Carefour, Ismud, Asia Megamas, dan MMTC. Pilihlah yg paling dekat dari lokasi kita dan datanglah pagi biar ga antri 🤭⁣

Syarat memperpanjang sim hanya KTP, SIM Asli dan bukti cek kesehatan.⁣

Biaya?

(PP no 60 tahun 2016)


SIM A
Rp .   80.000

SIM C
Rp .   75.000


⁣sungguh terbantu dengan mobil sim keliling ini, 30 menit sudah pegang pepanjangan sim. Cihuy banget.

#SIM #memperpanjangsim #mobilsimkeliling #simmedan⁣